Senin, 16 Oktober 2017

REFLEKSI - 3 : MATA KULIAH FILSAFAT ILMU


Filsafat Ilmu Pertemuan Ketiga PM A PPs UNY
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Marsigit, M.A
 
 

Perkuliahan Filsafat Ilmu di kelas A Pascasarjana Pendidikan Matematika untuk pertemuan ketiga pada hari Selasa, 3 Oktober 2017 pada pukul 15.30 WIB di lantai 1 Gedung Baru Pascasarjana. Sama seperti perkuliahan sebelumnya, perkuliahan hari ini dimulai dengan tes tanya jawab singkat dengan jumlah soal sebanyak 25 soal terkait tentang objek dan metode filsafat ilmu. Setiap pertanyaan singkat yang ditanyakan oleh Bapak berkaitan dengan gejala-gejala filsafat. Hasil yang diperoleh tidak jauh berbeda dengan perkuliahan sebelumnya, dengan didominasi oleh nilai 0.

Berikut adalah pertanyaan dan jawaban tes tanya jawab singkat pada pertemuan ketiga
1.      (batuk)? DISHARMONI
Filsafat orang sakit dinamakan dengan disharmoni, sedangkan yang sehat dinamakan harmoni.
2.      isyarat :? SIMBOLISM
symbol adalah tanda-tanda atau kode-kode.
3.      (tidur)? MITOS
Tidur adalah mitos, karena tidak berpikir itu dsebut mitos. sedangkan berpikir adalah logos, lawan dari logos adalah mitos.
4.      Ngapain Dia? SKEPTISISME
Tokoh Skeptisism adalah Reine Descartes
5.      “Maju jalan!”? DITERMIN
Ditermin menyebabkan orang lain bergerak sesuai dengan keinginan pribadi. Orang yang hobi melakukan hal tersebut dinamakan diterminis.
6.      Andai kata? FIKSIONISME
7.      Menurut Saya? SUBJEKTIVISME
8.      Itu kan menurut Anda? OBJEKTIVISME
9.      Prediksi saya? TELEOLOGI
10.  Apa sih gunanya? UTILITARIAN
11.  Tergantung sikon? RELATIVISME
12.  Kalau ini harus? ABSOLUTISME
13.  Maksudku harus baik? IDEALISME
14.  Tergantung janjinya? FONDASIONALISME
15.  Aku lupa, kapan ya? INTUISIONISME
16.  Fokus, fokus? REDUKSIONISME
17.  Dan jangan ragu-ragu? SKEPTISISME
18.  Cuma satu aja? MONOISME
19.  Gak ada? NIHILISME
20.  Tolong diulang? HERMENEUTIKA
Mengalir sesuai dengan alurnya
21.  Kamu, kamu, kamu, dan seterusnya? INFINITIGRES
22.  Ini perintah? AUTORITARIAN
23.  Ada uang abang sayang? KAPITALISME
24.  Yang penting bisa dinalar? ANALITIK
25.  Belum ketemu kok udah ngerti? APOSTERIORI.

Setelah sesi tanya jawab singkat, Bapak melanjutkan dengan menjawab beberapa pertanyaan dari mahasiswa. Pertanyaan pertama dari Dimas Candra, yaitu: kapan seseorang dikatakan menguasai ilmu?. Sambil memegang handphone Bapak balik bertanya yaitu apa warna HP Beliau. Dimas menjawab "hitam". Bapak kemudian lanjut menjelaskan bahwa orang yang menjawab dengan warna hitam adalah orang awam, dan itu menandakan bahwa orang tersebut adalah orang yang belum mempunyai ilmu, dalam hal ini adalah ilmu filsafat. Maka belajar filsafat adalah dengan ilmu, dan menguasai ilmu. Begitupun dengan ibadah adalah dengan cara ibadah. Sebenar-benar filsafat adalah penjelasan. Jika belum bisa menjelaskan maka belum bisa berfilsafat. Filsafat adalah menerangkan sesuatu yang sukar menjadi sangat mudah.
Jawaban yang benar dari pertanyaan Beliau tentang warna tersebut adalah mengenai metafisik. Warna itu adalah apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita pikirkan adalah apa yang kita lihat, dan yang kita lihat berbeda dengan apa yang dimiliki benda tersebut. karena yang dimilikinya itu adalah apa yang terserap ke dalam benda itu. Jadi handphone ini menyerap semua warna kecuali hitam dan tidak mampu menyerap warna hitam. Oleh karena warna hitam dipantulkan oleh handphone. Maka kita berpikir warnanya adalah hitam. Sebenar-benar warna handphone ini adalah selain warna hitam. Maka itulah yang dinamakan metafisik, yaitu apa yang disebalik penampakan.
Selanjutnya pertanyaan dari Vidiya Rahmawati: mengapa orang hidup ada yang rajin dan malas? Bapak menjawab bahwa sebenar-benar hidup adalah rajin dalam kemalasan dan malas dalam kerajinan. Misalnya jika dalam hal yang buruk, maka malaslah. Contohnya malaslah dalam melakukan korupsi. Sedangkan jika hal yang baik, maka rajinlah, contohnya beribadah. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana membuat orang bisa mengikuti pikiran kita? Hal demikian tidak seharusnya dilakukan, karena jika diibaratkan seseorang yang membuat orang lain mengikuti pikirannya maka bagaikan masuk ke dalam lubang semut dan mengakibatkan tidak bisa bergerak. Oleh karena itu jadilah dirimu sendiri.
Pertanyaan selanjutnya dari Gina Sasmita yaitu apa yang ingin Bapak ubah dari dunia? Jawaban Beliau adalah Beliau tidak punya kapasitas untuk mengubah dunia. Tapi visi Beliau adalah membuat dunia itu berpikir. Masing-masing yang hidup dan mati maka itulah dunianya. Dengan meningkatkan spiritual maka berhubungan dengan ibadah. Barangsiapa yang meninggalkan ibadah maka ia akan terancam oleh kematian.
Pertanyaan selanjutnya dari Angga Kristiyajati yaitu apa perbedaan antara fenomena, noumena dan metafisik? Jawaban Beliau adalah apa yang bisa dipahami dengan panca indera disebut fenomena, sedangkan yang dipahami tersebut itu terbatas disebut metafisik serta yang tidak bisa dipahami dengan panca indera disebut noumena, misalnya arwah. 
Oleh karena itu filsafat sangatlah pentig supaya kita komprehensif, memandang sesuatu tidak hanya dari satu sisi saja, tetapi kontekstual dan mengalir. Jadi orang yang berfilsafat bersifat lentur. Awal dari filsafat adalah kesadaran, dan orang yang tidak pernah sadar tidak mungkin berfilsafat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REFLEKSI – 9 : Filsafat Spiritual "Nggege Mongso"

Filsafat Ilmu PM A PPs UNY   Dosen Pengampu : Prof. Dr. Marsigit, M.A Perkuliahan Filsafat Ilmu di kelas A Pascasarjana Pendidikan...