Filsafat Ilmu Pertemuan Ketiga PM A PPs UNY
Dosen Pengampu : Prof. Dr.
Marsigit, M.A
Perkuliahan Filsafat
Ilmu di kelas A Pascasarjana Pendidikan Matematika untuk pertemuan ketiga pada
hari Selasa, 3 Oktober 2017 pada pukul 15.30 WIB di lantai 1 Gedung Baru
Pascasarjana. Sama seperti perkuliahan sebelumnya, perkuliahan hari ini dimulai
dengan tes tanya jawab singkat dengan jumlah soal sebanyak 25 soal terkait
tentang objek dan metode filsafat ilmu. Setiap pertanyaan singkat yang
ditanyakan oleh Bapak berkaitan dengan gejala-gejala filsafat. Hasil yang
diperoleh tidak jauh berbeda dengan perkuliahan sebelumnya, dengan didominasi
oleh nilai 0.
Berikut adalah
pertanyaan dan jawaban tes tanya jawab singkat pada pertemuan ketiga
1. (batuk)? DISHARMONI
Filsafat orang sakit dinamakan
dengan disharmoni, sedangkan yang sehat dinamakan harmoni.
2. isyarat :? SIMBOLISM
symbol adalah
tanda-tanda atau kode-kode.
3. (tidur)? MITOS
Tidur adalah mitos, karena tidak berpikir
itu dsebut mitos. sedangkan berpikir adalah logos, lawan dari logos adalah
mitos.
4. Ngapain Dia? SKEPTISISME
Tokoh Skeptisism adalah Reine
Descartes
5. “Maju jalan!”? DITERMIN
Ditermin menyebabkan orang lain
bergerak sesuai dengan keinginan pribadi. Orang yang hobi melakukan hal
tersebut dinamakan diterminis.
6. Andai kata? FIKSIONISME
7. Menurut Saya? SUBJEKTIVISME
8. Itu kan menurut Anda? OBJEKTIVISME
9. Prediksi saya? TELEOLOGI
10. Apa sih gunanya? UTILITARIAN
11. Tergantung sikon? RELATIVISME
12. Kalau ini harus? ABSOLUTISME
13. Maksudku harus baik? IDEALISME
14. Tergantung janjinya? FONDASIONALISME
15. Aku lupa, kapan ya? INTUISIONISME
16. Fokus, fokus? REDUKSIONISME
17. Dan jangan ragu-ragu? SKEPTISISME
18. Cuma satu aja? MONOISME
19. Gak ada? NIHILISME
20. Tolong diulang? HERMENEUTIKA
Mengalir sesuai dengan alurnya
21. Kamu, kamu, kamu, dan seterusnya? INFINITIGRES
22. Ini perintah? AUTORITARIAN
23. Ada uang abang sayang? KAPITALISME
24. Yang penting bisa dinalar? ANALITIK
25. Belum ketemu kok udah ngerti? APOSTERIORI.
Setelah sesi tanya
jawab singkat, Bapak melanjutkan dengan menjawab beberapa pertanyaan dari
mahasiswa. Pertanyaan pertama dari Dimas Candra, yaitu: kapan seseorang dikatakan menguasai ilmu?. Sambil memegang handphone Bapak balik bertanya yaitu apa
warna HP Beliau. Dimas menjawab "hitam". Bapak kemudian lanjut
menjelaskan bahwa orang yang menjawab dengan warna hitam adalah orang awam, dan
itu menandakan bahwa orang tersebut adalah orang yang belum mempunyai ilmu,
dalam hal ini adalah ilmu filsafat. Maka belajar filsafat adalah dengan ilmu,
dan menguasai ilmu. Begitupun dengan ibadah adalah dengan cara ibadah. Sebenar-benar
filsafat adalah penjelasan. Jika belum bisa menjelaskan maka belum bisa
berfilsafat. Filsafat adalah menerangkan sesuatu yang sukar menjadi sangat
mudah.
Jawaban yang benar dari
pertanyaan Beliau tentang warna tersebut adalah mengenai metafisik. Warna itu
adalah apa yang kita pikirkan, dan apa yang kita pikirkan adalah apa yang kita
lihat, dan yang kita lihat berbeda dengan apa yang dimiliki benda tersebut.
karena yang dimilikinya itu adalah apa yang terserap ke dalam benda itu. Jadi
handphone ini menyerap semua warna kecuali hitam dan tidak mampu menyerap warna
hitam. Oleh karena warna hitam dipantulkan oleh handphone. Maka kita berpikir
warnanya adalah hitam. Sebenar-benar warna handphone ini adalah selain warna
hitam. Maka itulah yang dinamakan metafisik, yaitu apa yang disebalik
penampakan.
Selanjutnya pertanyaan
dari Vidiya Rahmawati: mengapa orang
hidup ada yang rajin dan malas? Bapak menjawab bahwa sebenar-benar hidup adalah
rajin dalam kemalasan dan malas dalam kerajinan. Misalnya jika dalam hal yang buruk,
maka malaslah. Contohnya malaslah dalam melakukan korupsi. Sedangkan jika hal yang
baik, maka rajinlah, contohnya beribadah. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana membuat orang bisa mengikuti pikiran
kita? Hal demikian tidak seharusnya dilakukan, karena jika diibaratkan
seseorang yang membuat orang lain mengikuti pikirannya maka bagaikan masuk ke
dalam lubang semut dan mengakibatkan tidak bisa bergerak. Oleh karena itu jadilah
dirimu sendiri.
Pertanyaan selanjutnya
dari Gina Sasmita yaitu apa yang ingin
Bapak ubah dari dunia? Jawaban Beliau adalah Beliau tidak punya kapasitas
untuk mengubah dunia. Tapi visi Beliau adalah membuat dunia itu berpikir. Masing-masing
yang hidup dan mati maka itulah dunianya. Dengan meningkatkan spiritual maka
berhubungan dengan ibadah. Barangsiapa yang meninggalkan ibadah maka ia akan
terancam oleh kematian.
Pertanyaan selanjutnya
dari Angga Kristiyajati yaitu apa perbedaan
antara fenomena, noumena dan metafisik? Jawaban Beliau adalah apa yang bisa
dipahami dengan panca indera disebut fenomena, sedangkan yang dipahami tersebut
itu terbatas disebut metafisik serta yang tidak bisa dipahami dengan panca
indera disebut noumena, misalnya arwah.
Oleh karena itu filsafat
sangatlah pentig supaya kita komprehensif, memandang sesuatu tidak hanya dari
satu sisi saja, tetapi kontekstual dan mengalir. Jadi orang yang berfilsafat bersifat
lentur. Awal dari filsafat adalah kesadaran, dan orang yang tidak pernah sadar
tidak mungkin berfilsafat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar