Filsafat Ilmu Pertemuan Ketujuh PM A PPs UNY
Dosen Pengampu : Prof. Dr.
Marsigit, M.A
Perkuliahan Filsafat
Ilmu di kelas A Pascasarjana Pendidikan Matematika untuk pertemuan ketujuh pada
hari Selasa, 7 November 2017 pada pukul 15.30 WIB di lantai 1 Gedung Baru
Pascasarjana. Sama seperti perkuliahan sebelumnya, perkuliahan hari ini dimulai
dengan tes tanya jawab singkat dengan jumlah soal sebanyak 25 soal. Setelah
sesi tanya jawab singkat, seperti biasanya Bapak meminta kami untuk membuat
pertanyaan. Kemudian berdasarkan
pertanyaan dan jawaban tersebut dapat kita refleksikan bersama.
Pada
masa Auguste Comte, agama dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting. Semakin maju
suatu peradaban maka semakin canggih teknologi, sehingga semakin banyak
kontradiksi. Namun secanggih apapun teknologi yang diciptakan oleh manusia,
maka tidak akan pernah bisa mengalahkan sebenar-benar pencipta yaitu Allah SWT.
Dunia yang diciptakan oleh Allah sedemikian rupa sehingga sudah sepatutnya kita
mengucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah dengan mengerjakan
ibadah yang diperintahkan oleh-Nya.
Filsafat memandang adanya suatu kebetulan
dikarenakan keterbatasan pikiran manusia, seperti tidak menyadari maupun tidak
mengetahui. Sedangkan yang tidak terbatas adalah Allah SWT. Adanya keterbatasan
yang dimiliki manusia menempatkan dirinya mencoba-coba untuk melakukan sesuatu.
Maka dengan adanya intuisi penglihatan, pendengaran, dan perasaan, manusia
dapat memikirkan apa yang akan ia kerjakan. Mencoba itu berstruktur dan
berdimensi dan setiap orang memiliki dimensi yang berbeda. Allah sebagai
pemilik dimensi tertinggi dan tidak akan mungkin dikalahkan oleh apapun dan
siapapun. Bagaimana manusia mengatasi kekurangannya adalah dengan meningkatkan
dimensinya. Dengan belajar dan belajar sebagai bekal untuk menambah pengalaman.
Oleh karena itu, jangan jadikan keterbatasan sebagai penghambat untuk mencapai
kesuksesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar