Kamis, 21 Desember 2017

REFLEKSI – 8 : HERMENEUTIKA

Filsafat Ilmu PM A PPs UNY
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Marsigit, M.A


Perkuliahan Filsafat Ilmu di kelas A Pascasarjana Pendidikan Matematika untuk pertemuan ke-8 pada hari Selasa, 21 November 2017 pada pukul 15.30 WIB di lantai 1 Gedung Baru Pascasarjana. Sama halnya dengan pertemuan ke-8, pada pertemuan ke-9 Bapak menjelaskan tema yang sama yaitu Hermeneutika. Berbeda dengan perkuliahan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, perkuliahan kali ini Bapak menggunakan metode ceramah, alasannya agar perkuliahan yang dilaksanakan setiap pertemuan bervariasi, guna menghindari kebosanan. Dengan mengangkat tema “Hermeneutika Hidup”, Bapak memulai penyajian materi dengan menampilkan slide powerpoint, yang sebelumnya sudah pernah Beliau tampilkan pada acara seminar internasional.
Hermeneutika, di dalam bahasa Inggris adalah hermeneutics, berasal dari kata Yunani hermeneutine dan hermeneia yang masing-masing berarti “menafsirkan dan “penafsiran”. Istilah ini didapat dari sebuah risalah yang berjudul Peri Hermeneias (Tentang Penafsiran). Hermeneutica juga bermuatan pandangan hidup dari penggagasnya.
 
Berdasarkan gambar tentang hermeneutika hidup karya Prof. Dr. Marsigit di atas terlihat bahwa kehidupan yang kita jalani sekarang diilustrasikan berbentuk spiral. Artinya hidup manusia akan terus berputar dan tidak pernah mengulangi hal yang sama pada ruang dan waktu yang sama. Garis lurus menyiratkan bahwa kehidupan akan terus maju, sedangkan garis melingkar menyiratkan kehidupan akan terus berulang. Maka sebenar-benar hidup adalah adanya hermeneutika antara garis lurus dan melingkar sehingga menghasilkan spiral.
Berdasarkan gambar di atas tersebut terdiri dari dua aspek, yaitu teori dan praktik. Digambarkan bahwa praktik terletak di bawah sedangkat teori terletak di atas. Maksudnya adalah manusia hidup tidak bisa langsung mengenal teori, sebenarnya manusia hidup dimulai dengan praktik. Anak kecil tidak mungkin diajarkan berjalan dengan menjelaskan tentang teori berjalan. Mereka belajar melalui praktik yaitu dengan adanya bantuan intuisi, bukan teori. Secara bertahap, sesuai dengan perkembangan usia dan cara berpikir manusia, mereka akan mulai menyentuh teori. Semua itu berputar membentuk spiral yang tak pernah putus. Maksudnya, kita memulai belajar dengan praktik dan intuisi, lalu saat mencapai puncak pemahaman, kita menyentuh ranah teori. Namun saat bertemu dengan hal baru, maka kita memulainya kembali dari ranah praktek dan intuisi. Begitu seterusnya hingga akhir hidup manusia.
Dengan demikian hermeneutika hidup merupakan bagaimana seseorang memiliki pandangan hidup. Kehidupan adalah proses kontinu yang dialami seseorang. Dalam hidup seseorang akan menghadapi berbagai persoalan. Maka berhermeneutikalah dengan hidup, terjemah, menterjemahkan dan jalani. Setiap persoalan yang dijumpai maka direfleksikan terus-menerus. Dengan demikian sebagai manusia yang selalu berusaha mengoreksi diri dan memperbaiki kesalahan yang dilakukan, akan menempatkan kita sesuai ruang dan waktunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REFLEKSI – 9 : Filsafat Spiritual "Nggege Mongso"

Filsafat Ilmu PM A PPs UNY   Dosen Pengampu : Prof. Dr. Marsigit, M.A Perkuliahan Filsafat Ilmu di kelas A Pascasarjana Pendidikan...